Sungguh besar rasanya amanat predikat sarjana ini kepada
para pena penyandangnya. Karena yang jelas kehadiran sarjana dalam masyarakat
bukan karena sekedar ada, melainkan ada dan harus aktif dalam berada
dimasyarakat. Dengan dedikasi yang tinggi dan ketangguhan dalam menghadapi
segala tantangan zaman yang menuntunnya, mereka ya termasuk dengan saia sendiri
sebagai lulusan sarjana kefarmasian, diharapkan berhasil mengukir sejarah zaman
dengan wajah manusiawi yang sempurna. Pertanyaan yang mungkin timbul adalah
“mampukah para sarjana memasang dan menempatkan potret kebebasannya dalam
masyarakat?, mampukah mereka untuk tidak mengarah pada fanatisme diskruktif
atau ketidak berdayaan dalam memandang dunia yang telah di sadarinya?, dalam
acuan dalam menjawab pertanyaan yang muncul itu, jawaban yang tepat terhadap
pertanyaan tersebut adalah keberanian seorang sarjana untuk mempermasalahkan
logika sistem yang sempat mengengkangnya, serta tidak segan-segan untuk
terlibat langsungn dalma mempersalahkan dari sinilah akan nampak subyek yang
dinamis dan fleksibel, tidak semata-mata tunduk pada keterbatasan-keterbatasan
yang ada pada dirinya, serta tidak bersimpuh pasrah pada dokrin buta
lingkungannya.
Adapun keberanian untuk mengangkat problematika ini banyak
ditentukkan kecakapn oleh seorang sarjana dalam merealiasasikan teori-teori
yang dimiliki pada praktek nyata dan tindak sosial yang dihadapi, karena
kehadiran sejumlah teori tanpa praktek dan tindak sosial adalah idealisme yang
bersifat melarikan diri. Besarnya tuntutan masyarakat itu, semakin banyak
meminta kreatifitas yang tinggi dari para sarjana. Sarjana ya sarjana tentu
saja mereka yang kreatif dalam menghadapi banyak tuntutan masyarakat. Kreatif
dalam berfikir juga kreatif dalam beraktifitas. Hanya saja dalam hal ini harus
disadari oleh para sarjana, bahwa kreatifitas tidak muncul secara tiba-tiba.
Sesungguhnya teori yang telah mapan dimiliki tak jarang mengalami kegagalan
dalam prakteknya, seharusnya jika para pelajar terus melibatkan diri secara
aktif dalam segala usaha menumbuhkan, meningkatkan, dan menambah wawasan
pengetahuan dan keterampilan. Hal ini akan memiliki besar manfaatnya dalam
usaha meningkatkan kualitas dirinya.
Seringkali seorang sarjana lulusan sarjana srata 1 hingga
kejenjang tingkat 3 merasa bangga dan cukup dengan apa yang telah diperoleh
ketika masih kuliah. Pada hal pada perjalanan prakteknya masih banyak
celah-celah kekurangan dan kebopengan pada dirinya, selanjutnya bilamana ia
sudah enggan mencari dan sekaligus menyempurnakan segala kekurangan itu maka
tambah lagi satu tiket bagi mereka sebagai sarjana
jalan ditempat, dengan ciri khasnya, ia selalu berusaha lari dari tanggung
jawabnya dan memunculkan kesadaran palsu yang merupakan proyeksi diri
angan-angan yang utopis. (Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar